Wasilah
Ada yang hadir dalam diam
tak terlihat, tapi menggetarkan jiwa.
Ada yang datang bukan dari luar
tapi menjelma di kedalaman rasa.
Bukan siapa-siapa,
tapi jadi wasilah dari Yang Maha Kuasa.
Bukan guru bersorban,
bukan pula yang punya sanad silsilah panjang,
tapi dialah yang mengajarkan makna sujud
sebelum kita tahu apa arti iman.
Wasilah itu bukan hanya dicari, tapi dikenali.
Saat hati sudah hancur,
dan dunia tak lagi menjadi penghibur.
Ia datang bukan untuk dimuliakan,
tapi untuk menunjukkan jalan.
Bukan untuk dikultuskan,
tapi untuk menghidupkan ruh yang hampir padam.
Dialah guru akhirat,
yang tak perlu diperkenalkan manusia,
karena Allah-lah yang mempertemukan jiwa dengan jiwa.
Maka jangan bertanya siapa wasilahku,
karena ia bukan nama,
tapi tanda yang hanya bisa dibaca oleh hati
yang telah dibersihkan oleh ujian-Nya.
Ketika ruhmu menangis tapi bibirmu diam,
dan ia datang menghapus tanpa menyentuh,
maka ketahuilah...
itu bukan manusia biasa,
tapi titipan Allah untuk membimbingmu pulang.
Karena wasilah tak selalu tampak alim,
kadang hadir dalam bentuk yang tak kau kira,
sebab Allah Maha Membolak-balikkan rupa,
demi menampakkan yang hak kepada yang benar-benar butuh.
"Karena Dia-lah yang membuka hati ...
tapi kita yang memilih,
berharap ... mau terbuka atau tetap menggenggam."
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَابْتَغُوْٓا اِلَيْهِ الْوَسِيْلَةَ وَجَاهِدُوْا فِيْ سَبِيْلِهٖ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan carilah wasilah untuk mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah di jalan-Nya, agar kamu beruntung.
(QS Al-Mā'idah: 35)
© Ponpes Miftakhul Ulum Jaya Baru
Yayasan Ilmu Tauhid Hakekat Makrifat
Jl. Perjuangan, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Kode Pos: 61381