Ketika segala hijab jatuh
satu per satu
Dan tak ada lagi batas
antara aku dan Dia
Di situlah tajalli terjadi
Bukan dengan mata
Tapi dengan rasa yang telah berserah
Ia hadir bukan sebagai bentuk
Tapi sebagai kehadiran
Yang memenuhi ruang dalam
Membakar segala keterpisahan
Hingga hanya yang Satu yang tersisa
Bukan aku yang melihat
Tapi Dia yang menampakkan diri-Nya
Melalui Nur yang menyejukkan
Lalu menyala dalam dada
Membimbing langkah ke keabadian
Tajalli...
Bukan untuk dibanggakan
Tapi untuk ditundukkan
Sebagai bukti, bahwa hanya Dia yang Ada
Dan aku hanyalah bayang-bayang cahaya
— Ketika tak ada lagi hijab, hanya Nur yang memeluk jiwa