Akhirah
akhir dari Roh
Dalam sunyi yang tak bernama,
Aku hilang, bukan karena mati,
Tapi karena hidup tak lagi kusebut aku,
Telah luput dari nama, dari rupa,
Tak lagi disebut roh.
Aku bukan hamba, bukan makhluk,
Bukan pun cahaya yang terpancar—
Tapi getar yang tidak disebut,
Yang tak mengenal timur atau barat,
Yang tak kembali karena tak pernah pergi.
Di sanalah akhirah bermakna,
Bukan tempat, bukan waktu,
Tapi lenyapnya identitas,
Ketika roh menyatu dengan Yang Maha Esa
Tanpa menyatu.
Itulah akhir dari roh—
Ketika semua nama gugur,
Dan yang tinggal hanya satu Sang Maha Hidup,
Yang tak bernama,
Karena semua nama adalah milik-Nya semata.
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ
وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan."
(QS. Ar-Rahman: 26–27)
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Melihat."
(QS. Asy-Syura: 11)
© Ponpes Miftakhul Ulum Jaya Baru
Yayasan Ilmu Tauhid Hakekat Makrifat
Jl. Perjuangan, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Kode Pos: 61381