Logo Ponpes

Tertipu Dalam Suci, Tersadar Dalam Dosa

Di malam yang sunyi, aku duduk sendiri,
Membaca ayat-Nya, serasa suci,
Tapi hatiku berbisik lirih:
"Engkau yakin ini untuk-Ku, atau untuk dirimu sendiri?"

Kujalani sholat dengan khusyuk tampak,
Tapi di dalam... aku haus akan pujian manusia,
Aku berzikir, aku menangis, aku bersedekah,
Namun tanpa sadar... aku sedang memuji diriku sendiri.

Lalu kulihat ia, yang dianggap kotor oleh dunia,
Lidahnya bau khamr, tapi hatinya menangis,
Ia berkata, “Ya Allah, aku hina...
Tapi aku rindu pulang.”

Dan aku tersentak.
Bisa jadi ia lebih dekat dengan-Nya,
Karena ia tahu bahwa ia jauh.
Sedang aku? Terlena merasa telah sampai.

يُضِلُّ مَن يَشَاءُ وَيَهْدِي مَن يَشَاءُ
“Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.”
— QS. An-Nahl: 93
فَأَمَّا مَن طَغَىٰ * وَءَاثَرَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا * فَإِنَّ ٱلْجَحِيمَ هِىَ ٱلْمَأْوَىٰ
“Adapun orang yang melampaui batas, dan lebih mengutamakan kehidupan dunia, maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggalnya.”
— QS. An-Nazi’at: 37–39

Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati,
Engkau beri rasa sesat di tengah ibadah,
Agar aku sadar:
Aku bukan siapa-siapa,
Tanpa cinta-Mu, semua sia-sia.

Jangan biarkan aku jatuh dalam indahnya amal,
Tapi jauh dari-Mu.
Jangan pula Engkau jadikan dosaku sebagai tirai,
Tapi ubahlah menjadi jembatan pulang.

Karena…
Yang sesungguhnya sesat adalah yang merasa sudah sampai.
Dan yang sesungguhnya selamat, adalah yang terus mencari.


© Ponpes Miftakhul Ulum Jaya Baru
Yayasan Ilmu Tauhid Hakekat Makrifat
Jl. Perjuangan, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Kode Pos: 61381
https://jayabaru.org | Powered by ChatGPT