Satu memegang syariat, menjaga hukum zahir tak kurang.
Satu tenggelam dalam hakekat dan makrifat nan tenang,
Diam seribu bahasa, tapi jiwanya terang.
Syariat berdiri kokoh dengan kitab, hadis, dan hukum yang nyata,
Namun kadang lupa pada Nur yang menghidupkan jiwa.
Ingat ! ... Hakekat makrifat bukan menolak, bukan mencela syariat,
Melainkan ... hanya untuk mengabarkan: Carilah Dia di balik semua kata
Makrifat tak pernah berkata bahwa syariat itu sesat,
Justru menyeru agar Nur menghidupkan tiap ayat.
Syariat ibarat wadah, hukum, dan amal yang tampak,
Tapi tanpa ruh dari Nur, bisa kering dan mudah retak.
Mereka yang sadar, tak akan menafikan yang lahir,
Tapi bahkan mereka menyelam, menembus batin yang mahir.
Lalu kembali ke dunia, membawa sinar cahaya,
Menuntun agar syariat menjadi: jalan menuju pertemuan kepadaNya
Dua jalan ini bukan untuk saling memerangi,
Melainkan harus bersatu, menyatu menuju kedalam satu makna tentang ke-Ilahi-an.
Sebab .... Rosulullah, Kanjeng Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan
seluruh lapis ilmu kehidupan,
Dari syariat yang zahir hingga makrifat dalam ketundukan.
"Allah (pemberi) cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus,
yang di dalamnya ada pelita. Pelita itu dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara,
yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan
tidak pula di sebelah barat, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api.
Cahaya di atas cahaya (nūrun 'alā nūr). Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki,
dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. An-Nur: 35)
Namun banyak yang menolak dan ragu akan pertemuan itu,
Dan itu semua Allah lah yang telah menentukannya.
Di lain sisi, Allah telah mengingatkan melalui Kalam-Nya dalam Surah Yunus ayat 7–8:
"Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharap pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta lalai dari ayat-ayat Kami—maka tempat kediaman mereka adalah neraka, disebabkan apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Yunus: 7–8)
Ahad-kanlah Nur Allah dan Nur Makrifatullah Yang Wujud hanya Allah SWT