Ingatlah, ketika aku bersikap,
aku mulai menjauh dari-Mu,
melangkah dengan bayang diri,
dan lupa bahwa tak ada jalan selain menuju-Mu.
Sikap ini, yang kuanggap sebagai tindakan,
sebenarnya menjauhkan aku dari rahmat-Mu,
seperti langit yang memutar arah
ketika bintang-bintang hanya mengikut pada jalannya.
Aku yang bergerak, aku yang memilih,
aku yang mengatur dunia sekeliling,
padahal sesungguhnya,
tiada yang dapat kuatur, tiada yang aku miliki.
Saat aku diam, tak bersikap,
di sanalah Aku mendekat kepada-Mu,
tanpa usaha, tanpa hasrat,
hanya dengan menjadi saksi
dari setiap detik yang Kau takdirkan.
Bersikap berarti berjarak,
tapi dalam hening yang murni,
aku mendekat tanpa perlu bergerak,
karena Engkaulah yang bergerak di dalam jiwa ini.