Logo Ponpes

Uzla dan Kholwat: Jalan Sunyi Sang Pecinta

Uzla: Jalan Sunyi Pengusiran SelainNya

Pada mulanya, manusia kebingungan...

Segala petuah, segala pengetahuan, segala perintah dan segala apapun yang bergemuruh di dalam diri.

Di situ, banyak penguasa berdiri: hasrat, akal, ego, rasa takut, dan banyak lainnya.

Mereka bersuara, mereka menuntut taat. Namun, hanya satu sejatinya Penguasa.

Ia tak berada di tengah keramaian. Ia tersembunyi di pojok sunyi, di tempat yang sulit disangka.

Lalu dimulailah uzla, sebuah perjalanan sunyi untuk mengusir selainNya. Dengan kesadaran batin, satu demi satu suara palsu dipadamkan, hingga tinggal satu cahaya yang tetap menyala.

Uzla bukan lari dari dunia, tapi lari menujuNya. Menjauh dari keramaian agar hati tak dipenuhi tamu yang bukan Dia.

Kholwat: Menetapkan dan Menjaga Singgasana

Namun uzla belum selesai. Ia hanya pembuka jalan. Sebab setelah pengusiran, datanglah saat penetapan.

Inilah kholwat — ketika hati menjadi singgasanaNya, dan ruh duduk dalam sujud yang tak bersuara.

Tapi musuh tak pernah berhenti. Mereka datang dalam bentuk yang lebih halus, lebih samar, lebih suci; berbalut kebaikan, berselimutkan cahaya.

Mereka masuk lewat rasa ingin tahu, lewat semangat berdakwah, lewat pujian yang menyanjung amal, dan bisikan-bisikan mulia yang ternyata menggeserNya perlahan.

Maka ruh itu tak lagi bertindak. Ia hanya duduk. Diam. Berjaga dalam sunyi, menyerahkan seluruh pertahanan kepada Sang Raja yang kini bertahta di dalam qalbu.

Sebab jika diri kembali berdiri, singgasanaNya akan terguling.


© Ponpes Miftakhul Ulum Jaya Baru
Yayasan Ilmu Tauhid Hakekat Makrifat
Jl. Perjuangan, Dusun Glonggongan, Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal,
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Indonesia.
Kode Pos: 61381
https://jayabaru.org | Powered by ChatGPT