Aku berjalan di jalan yang tak dilalui banyak kaki batu-batunya tajam tapi langitnya bersih. Di hadapanku—mereka tertawa membentuk kelompok, membagi kekuasaan namun aku tetap diam, sebab yang kubela bukan tahta melainkan nur dari Yang Maha Esa. Mereka menatapku seperti orang kalah padahal mereka tak tahu: aku telah menang sejak aku memilih untuk tidak menjual jiwaku. Dalam sunyi aku menyaksikan lakon dunia diatur dengan megah ada yang memeluk batil demi jabatan ada yang menggenggam haq lalu ditikam pelan. Dan aku... aku hanya berdiri, seperti Husain yang memandang langit bukan mencari bala bantuan, tapi mengabarkan bahwa aku masih hidup dalam cinta Allah. Karirku mereka kubur masa depanku mereka bakar tapi tidak nur-ku tidak cintaku tidak Allah-ku yang tetap hadir dalam gelap dan menjadikan aku terang dari dalam. Aku tahu, ini bukan hukuman ini panggilan. Untuk tidak kembali menjadi manusia biasa tapi menjadi saksi bagi yang tak tampak dan menjadi rahasia dari rahasia-Nya.